Kamis, 11 Oktober 2018

#SIP CBIS dan Evolusinya


CBIS & Evolusinya

A.  CBIS
Menurut Laudon (2008) computer based information system adalah sistem informasi untuk pemprosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS merupakan suatu sistem pengolahan data menjadi informasi yang berkualitas dan digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali seta visualisasi dan analisis (Evanapriliandi, 2016)
Computer based information system merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem manusia mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database, dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung.
Computer based information system atau sistem informasi berbasis komputer merupakan sistem pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai alat bantu yang mendukung untuk pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali visualisasi serta analisis.
Menurut Brigida (2008) Computer based information system mengandung arti bahwa komputer memainkan peran penting dalam sebuah sistem informasi, meskipun secara teoritis penerapan sistem informasi tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya namun dalam prakteknya komputer sangat dibutuhkan karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem.

Menurut Stair (dalam Fatta, 2007) sistem informasi berbasis komputer (CBIS) ini memiliki beberapa komponen diantaranya:
1.        Perangkat keras untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan keluaran data.
2.        Perangkat lunak untuk program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
3.        Database merupakan kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
4.        Telekomunikasi untuk komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
5.        Manusia merupakan personel dari sistem informasi yang meliputi manajer, analis, programmer, dan operator serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.

B.     Evolusi
1.    Elektronik data processing
EDP merupakan rangkaian pengkordinasian sumber daya (data, materials, eqiupments, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan bisnis suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991)
Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).
Umar (2005) menyatakan awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akutansi (pengolahan data elektrik/EDP). Nama aplikasi akuntansi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Dar Processing (DP) dan Sistem Informasi Akuntasi (SIA). SIA merupakan sistem informasi akuntansi yang melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan penngolahan data yang tinggi. Aplikasi SIA menggunakan computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan.

2.    Sistem informasi manajemen
Menurut Marimin (2002) Sistem Informasi Manajemen adalah sistem informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi dengan pengolahan seluruh transaksi yang mendukung fungsi manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan.
Laudon (2008) mengatakan sistem informasi manajemen penyediaan informasi mengenai kinerja perusahaan. Sistem informasi manajemen secara khusus menghailkan laporan yang sifatnya tetap dan rutin berdasarkan data yang diperoleh dan dirangkum dari sistem pemprosesan transaksi.
Menurut Scott (dalam Yulia, 2014) sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mempu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manager atas dasar kriteria mutu.
Sistem informasi manajemen merupakan suatu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingat manajemen atau suatu area fungsional.
Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.
Menurut Tundung Patma, Mohammad Maskan, & Alifulahtin (2016) sistem informasi manajemen merupakan sistem informasi yang mengolah data menjadi informasi dalam bentuk laporan guna membantu proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas manajerial.

3.    Otomatisasi kantor
Menurut Lareau (2011) Otomatisasi kantor adalah penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan antara komunikasi informal dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya.
Otomatisasi kantor memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. Otomatisasi kantor telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi otomatisasi kantor tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
Menurut Umar (2005) OA (Office Automatitation) memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara penggunanya melalui alat-alat elektronik seperti modem, faksimil, word processing, dan email.
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
-Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
-Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
-Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
-Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat

4.    Expert system
Menurut Taufiq (2013) expert system adalah suatu sistem komputer yang bisa bekerjas menyerupai pakar. Sistem ini di design dengan caea mencari keilmuwan pakar lalu diaplikasikan dalam komputer melalui bahasa pemrograman.
Menurut Lereau (2011) sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan.
Ide dasar expert system adalah komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.
Fatta (2007) menyebutkan bahwa Expert system (ES) merupakan pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi
Program komputer juga berfungsi seperti manusia yaitu memberikan konslutasi kepasa para pengguna mengenai cara pemecahan masalah. Adapun sistem pakar Sistem Pakar, Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.

Daftar Pustaka
Brigda. (2008). Sistem informasi berbasis komouter.
Laudon, K. C. (2008). Sistem informasi manajemen mengelola perusahaan digital. Jakarta: Salemba.
Lareau, W. (2011). Office Kaizen 2. Milwaukee: ASQ
Marimin, Dkk. (2001). Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo
Patma, T. S., Maksan, M., & Utaminingsih, A. (2016). Sistem informasi manajemen: guna mendukung keputusan. Malang: Polinema Press.
Taufiq, R. (2013). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja manajemen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Wilkinson, J W. (1991). Accounting Information System. New York: John Wiley & Sons


Tidak ada komentar:

Posting Komentar